Dosen FIKOM UMN Juara IMRAS 2015

Empat dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara menjadi juara dalam The 2nd Indonesia Media Research Awards & Summit (IMRAS) yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat di Yogjakarta, Rabu (7/10). Keempat dosen FIKOM UMN itu adalah Adi Wibowo Octavianto, FX Lilik Dwi Mardjianto, Albertus Magnus Prestianta, dan Harry Febrian.

Keempat dosen tersebut menang setelah mempresentasikan dua penelitian tentang new media.

Continue reading

Mengenal Dokumen ILO untuk Jurnalis ASEAN: Sebuah catatan singkat dari Bangkok

Sejumlah jurnalis dan akademisi se-Asia Tenggara berkumpul di Bangkok selama lima hari, sejak 25 Juli 2015. Perwakilan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) juga berada di sana. Mereka berkumpul atas undangan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR). Isu besar yang menjadi topik pembicaraan adalah kaitan antara jurnalisme dan Hak Asasi Manusia. Forum tersebut berusaha membahas kebebasan pers sebagai salah satu hak dasar. Selain itu, forum tersebut juga membahas bagaimana jurnalis berperan sebagai human rights defenders melalui berita yang mereka buat.

Continue reading

PENGUMUMAN PEMBAGIAN KELAS DAN KRS ONLINE UNTUK MAHASISWA ILKOM 2014

Demi kelancaran dan mengantisipasi permasalahan teknis pengambilan KRS, khusus bagi angkatan 2014, Prodi Ilmu Komunikasi menetapkan bahwa saat KRS Online, mahasiswa diharuskan memilih mata kuliah-mata kuliah sesuai dengan kode kelasnya. Misalnya jika Anda kelas Jurnalistik A, maka wajib mengambil mata kuliah-mata kuliah berkode kelas A; jika Anda kelas Public Relation A, maka wajib mengambil mata kuliah-mata kuliah berkode kelas A.

Continue reading

Menilik Kesiapan Indonesia dalam Berbelanja Online

Banyak topik penelitian menarik yang dipresentasikan dalam konferensi ilmiah Comnews yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komunikas UMN, Rabu (20/5) lalu. Salah satunya adalah sebuah karya ilmiah berjudul “Kelas Menengah ASEAN dan Budaya POP Belanja Online” yang dibawakan oleh Ranggabumi Nuswantoro. Meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah di Asia Tenggara serta tingginya tingkat jual beli…

Continue reading

Adaptasi Pelajar Internasional Menyongsong MEA

“Kemampuan adaptasi sangat dibutuhkan ketika mahasiswa study di luar negeri. Mereka harus tahu dan mengerti budaya maupun bahasa yang digunakan,” kata Turnomo Rahardjo, pemakalah yang karya ilmiahnya terpilih sebagai makalah terbaik dengan judul “Adaptasi Budaya Mahasiswa Internasional Universitas Diponegoro”, Rabu (20/05). Dalam karya ilmiah tersebut, ia menyoroti bagaimana mahasiswa internasional…

Continue reading

Menilik Pesimisme MEA Lewat Kartun

Jika kebanyakan media massa menyoroti proyeksi dampak positif serta apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 mendatang, rupanya hal ini menjadi pengecualian bagi rubrik kartun di koran Pikiran Rakyat yang justru bernapaskan pesimisme. Berangkat dari temuan ini, Adi Bayu Mahadian dari Telkom University berhasil…

Continue reading

Perbarui Tampilan Website Berita Demi Kenyamanan

Berbagai perusahaan media baik nasional maupun internasional mulai mengintegrasikan lebih dari satu platform yang mereka miliki dengan melakukan konvergensi. Pengembangan inovasi ini terus bergerak seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Pada umumnya, ketika salah satu platform yang dimiliki sudah berhasil, suatu perusahaan media akan mengembangkan yang lainnya, seperti ketika sudah mapan di penerbitan surat kabar, media tersebut juga akan membuat media online, radio, bahkan stasiun televisi. Tidak terkecuali media massa sekelas Harian Kompas.

Continue reading

Tantangan Indonesia untuk Hadapi MEA

Profesor Ibnu Hamad dalam seminar Conference on Communication and New Media Studies (Comnews) 2015, yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi UMN, Selasa (19/5), menyatakan bahwa mempromosikan MEA ke seluruh masyarakat Indonesia menjadi cara awal untuk membangun kesadaran akan pasar bebas di Asia Tenggara. Ia juga mengaku optimis bahwa Indonesia akan memiliki daya juang yang baik dalam menghadapi MEA.

Continue reading

Batik sebagai Ikon Bangsa, Mampukah?

M. Firdaus Benyamin, salah satu pemakalah konferensi ilmiah nasional COMNEWS 2015 menekankan bahwa batik dapat menjadi suatu identitas kultural dan juga sarana komunikasi bagi bangsa Indonesia.

“Batik mungkin saja dapat menjadi sarana komunikasi diplomasi di MEA,” ujar Firdaus. Menurutnya, persiapan menghadapi MEA tidak hanya soal apa yang ditawarkan kepada pasar, tetapi juga tentang siapa bangsanya. Menjadikan batik sebagai identitas bangsa Indonesia secara tidak langsung adalah tindakan yang menunjukkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bangsa sendiri.

Continue reading